Make your own free website on Tripod.com

SEMUA TENTANG LOEKMAN

 

Bisa jadi Peterpan bakal agak sulit nemuin sound khasnya kalo saja ini gitaris jadi hijrah ke Aussie. Padahal dia sendiri ngaku kalo lagu-lagu karangannya nggak pas sama imej band.

Cowok ceking kelahiran Cianjur, 30 Desember 1976, ini memeng bisa dianggap sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap arah musik Peterpan. Pasalnya sejumlah ide p[enting dan brilyan soal aransemen musik kerap muncul dari pemikirannya. Selain itu nggak jarang pula teman-teman satu bandnya berguru sama pengagum berat Joe Satriani ini lewat masukkan-masukkannya yang berkaitan dengan soal musik.

Yang jelas bukan lantaran umurnya lebih tua bikin nih cowok merasa jadi personel yang paling berkuasa. Bukan juga lantaran skill bermusiknya lebih jago disbanding yang lain. Tapi, doi lebih dominant, terutama pada permainan gitar, karena dari awal doi emang udah dipercaya pada posisi lead gitar. Selain itu doi juga sering ngasih-ngasih masukkan buat personel lain kalo lagi sama-sama ngaransemen lagu.

Malah bisa aja posisinya makin dominant kalo lagu-lagu karangannya bisa menjadi andalan band. Tapi sebaliknya, cowok yang kerap menyingkat namanya jadi Loek ini malah mengakui sendiri kalo lagu-lagu yang udah sempet ditulisnya nggak cocok dengan imej band.

Beberapa kali lagu hasil karangannya nggak jadi digarap oleh Peterpan, lantaran Ariel mengalami kesulitan saat menyanyikannya. Selain itu influens musik bercorak brit pop andalannya jelas bertolak belakang dengan cirri yang pengen diusung band. Udah gitu liriknya juga kadang nggak nyambung dengan jiwa band.

Karir Loek di musik bermula tepatnya pada medio tahun 1997, atau setelah lulus dari SMU. Itu juga secara nggak sengaja, lantaran cowok yang tadinya sama sekali nggak pernah bersentuhan sama dunia musik gara-gara hobi banget main bola ini ngeliat teman kakaknya asik banget ngegenjrengin lagu-lagunya Iwan Fals. Dari situ mulai timbul niat buat main gitar, paling nggak sekedar bisa aja dulu.

Maka dengan bermodalkan gitar akustik pinjaman, mulai deh tuh cowok belajar ngegerayangin senar-senar gitar. Awalnya dia Cuma belajar secara otodidak aja, dengan cara nyamain nada gitar dengan lagu-lagu yang didenger lewat kaset.

Setelah lumayan cukup lama nggak tahu nama kord-kord yang dimaininnya, Loek akhirnya mutusin buat ngambil les privat sama seorang musisi local Bandung bernama Kang Yono. Dengan Rp 50 Ribu perak, nih cowok mulai belajar kord dan car abaca partitur. Tapi lantaran nggak serius belajar baca partitur, nih ilmu jelas aja hilang lagi. Meski begitu ilmu kord dan tangga nada yang dipelajarinya dirasa udah lebih dari cukup buat bermain musik.

Setelah dua tahun privat ngegitar, timbul niat membentuk band. Kebetulan pada waktu itu Loek mendapat job manggung di acara inaugurasi IKOPIN Jatinangor. Dengan cepat pula teman-teman ngeband yang lain dikumpulin dan mulai berlatih lagu-lagu rock model-modelnya Skid Row, Guns n Roses atau Metallica.

Waktu main diacara inagurasi itu lumayan sukses. Yang penting ada sambutan deh. Cuma waktu itu doi mainnya udah jam setengah 2 pagi. Main ke-2 sebelum terakhir. Mungkin karena band baru, panitianya sengaja naruh di paling belakang.

Sukses penampilan pertama bikin Loek makin bersemangat ngeband. Nih cowok mulai rajin mencari event-event musik buat tempat manggung. Selain itu dia juga mulai rajin mencari-cari teman ngeband yang sejiwa dan sealiran.

Nggak tahunya gara-gara niat banget bikin band dan rajin ngumpulin personel, sifat dominannya di band muncul. Jelas aja pasalnya cowok yang nggak suka makanan sea food ini seringkali dianggap jadi leader di band lantaran dia yang duluan ngajakin teman-temannya ngeband.

Untungnya segala kesusahan disaat-saat awal ngeband nggak terlalu dirasakan. Pikirnya, selama main band masih asik tancap aja terus.

Menjelang pertengahan tahun 2000, ada sebuah momen yang bakal membawa perubahan drastis pada karir bermusik cowok yang satu ini. Sewaktu lagi iseng nongkrong didepan SMU 23 Bandung, secara nggak sengaja dia mendengar suara nyanyian seorang murid kelas 1. Suara yang menyanyikan lagu-lagu Simply Red tadi sangat menarik perhatian lantaran kekhasannya. Langsung aja Loek mencari tahu siapa yang punya suara.

Nggak tahunya setelah bertanya ketemennya yang kebetulan punya banyak kenalan di SMU tadi, Loek berkenalan dengan cowok yang nggak lain adalah Ariel. Mulailah kedua calon musisi top ini kerap terlibat dalam diskusi seru soal musik, sampai akhirnya timbul ide buat ngeband bareng.

Saat bikin band bareng Ariel, Loek juga berkenalan dengan calon musisi yang bakal jadi rekannya di Peterpan. Mereka adalah Andika (kiboris), Uki (gitaris) dan Indra(bassis). Tapi meski mereka udah main bareng, cikal bakal Peterpan belum kelihatan sama sekali. Bahkan sampai Loek berpisah buat sementara waktu dengan mereka.

Untungnya persahabata Loek dengan Ariel nggak lantas pupus begitu saja. Selang berapa lama setelah nggak main bareng, Ariel mendadak muncul dirumahnya. Ternyata maksud kedatangan Ariel nggak Cuma sekedar main, tapi sekaligus mengundang Loek buat menyaksikan penampilan bandnya Ariel yang baru, Peterpan, di kafe OHara. Undangan yang belakangan menentukan karir Loekman dan Peterpan.

Waktu itu doi langsung menerima undangan Ariel tadi dan menonton mereka manggung di OHara. Nggak tahunya seminggu setelah doi nonton mereka, malah Lokman yang diajak buat gabung sama mereka ngegantiin gitaris yang jadi partnernya Uki waktu itu. Nggak pake piker panjang  doi langsung setuju, apalagi doi lagi nggak punya band.

Lantaran Peterpan udah lumayan lama bermain di kafe, jadinya tugas awal Loek adalah mengejar ketertinggalan. Dalam waktu semalam, gitaris ini harus mempelajari sekitar 40 lagu yang termasuk set list wajib Peterpan di kafe. Meski bukan pekerjaan gampang tapi bisa diselesaikan tepat pada waktunya. Sejak itu mulailah Peterpan tampil dengan dukungan gitaris baru.

Waktu awal-awal main bareng Peterpan, Loek Cuma mendapatkan bayaran sekitar Rp 50 ribu perak saban kali manggung. Jumlah sama yang juga diterima personel lainnya. Tapi bukan masalah bayaran kecil yang bikin gitaris ini nggak puas, melainkan ketidakpuasan selama manggung gara-gara drummer yang kurang bagus permainannya. Ini juga yang menurut tuh gitaris penontonnya selalu sepi.

Kalo doi piker penampilan kami mulai membaik setelah drummernya diganti. Waktu itu mereka mulai main di Sapu Lidi, kafe dikawasan Cihampelas. Selain penontonnya mulai banyak, bayaran yang doi terima juga banyak. Jadi doi mulai bisa nabung buat beli gitar.

Hanya saja setelah Loek melakukan proyek rekaman pertamanya dengan Peterpan buat lagu Mimpi Yang Sempurna, sempet kepikiran buat cabut dari band dan pindah ke Australia. Pasalnya dia mendapat tawaran buat kerja di benua Kangguru dari saudaranya. Untungnya sebelum sempet cabut, single tadi keburu meledak duluan. Bikin rencananya tadi langsung dibatalkan.

Jelas kalo keputusan nggak salah. Peterpan benar-benar berhasil menjadi idola baru dikalangan penggemar musik. Nama Loekman pun ikutan jadi tenar dan banyak hal yang menguntungkannya. Antara lain punya banyak fans dan jadi lebih dikenal di seantero Bandung. Juga mulai punya penghasilan yang tetap. Tapi belakangan Loek ngaku ada sesuatu yang membuat dia bertahan di Peterpan selain sukses besarnya.

Peterpan itu khas, terutama dari warna musiknya. Khasnya itu karena setiap bikin lagu ide awal yang muncul pasti beda-beda, tapi pas disatuin jadi kedengarannya enak. Jadi target doi di band ini sekarang adalah menghasilkan yang semaksimal mungkin, kalo bisa dalam jangka waktu yang lama.

Well, jelas kalo gitu kenapa musik Peterpan bisa punya cirri khas. Selama Loek terus memaksimalkan kreatifitasnya buat mendukung karya personel yang lain, bisa dibilang Peterpan bakal makin menjulang.

 

10 hal yang Loekman benci :

      Dibohongin

      Dicemburuin

      Dicuekin

      Dianggap remeh

      Dirumah kehabisan stock air

      Dicurigain

      Lagi enak-enak tidur dibangunin

      Lupa

      Bokek

      Kehilangan barang yang kita sayangin

 

 

Loekman Cowok Penyabar

Loekman berbintang Capricorn lahir 30 Desember. Secara umum kaum Capricorn memiliki sifat penyabar dan dewasa. Namun, kepribadiannya yang kuat bikin mereka disegani banyak orang.

 

LOEKMAN DAN KAMAR

Dibanding Uki, kamar Loekman lebih tentram dan tenang. Selain ukurannya lebih kecil, perabotannya nggak banyak. Maklumlah, karena doi punya dua tempat singgah. So, kamar yang ini nggak sekomplet yang ada dirumahnya. Kamar ini hanya dijadikan tempat doi transit dan mangkal kalo lagi nongkrong bareng sama anak-anak Peterpan.

Kamar yang berhadapan persis dengan kantor manajemen Peterpan ini, isinya nggak jauh sama isi kamar anak-anak kos yang lain. Dikamar persinggahan Loekman ini berisi lemari pakaian. Didalamnya berisi baju, pakaian dalam dan parfum. Trus, ada rak sepatu, poster film transporting, TV Flatron LG 14 inch, tape Sony PMC-107L, PS 2, dan seperangkat kaset atau CD

Tadinya sih, konsepnya mau dibikin  kamar musik. Karena doi berdua sama temen, jadi konsepnya biasa aja. Sekarang jadinya, apa aja yang seru, bisa dipajang disini. Nggak ada koleksi khusus yang disimpan.

Dikamar ini, Loekman tinggal dengan rekannya, Ferry. Doi anak perantau dari Medan yang kuliah di Unpad, Bandung. So, kamar ini pun ditanggung berdua.

Kamar ini ditempati Loekman Cuma tiga kali dalam seminggu. Selebihnya, doi lebih sering di rumah. Karena kamar dia yang dirumah lebih komplit isinya dan lebih nyaman.

 

 

KEMBALI