Make your own free website on Tripod.com

REZA TIDAK MAU TERTINGGAL WAKTU

 

Ngakunya sih mau jadi insinyur, eh malah masuk jurusan komputer. Tadinya pengen jadi pianis, eh malah jadi drummer.

Kata orang bule, life starts when you make plan. Artinya kira-kira begini, arah hidup kita berjalan ketika kita sedang merencanakannya. Alhasil apa yang kita rencanakan sering nggak sama dengan hasil yang kita inginkan. Itu yang mungkin dirasakan Ilsyah Ryan Reza yang akrab disapa Reza, drummer Peterpan.

Gimana nggak melenceng kalo sejak kecil cowok kelahiran Poso, 11 Maret 1977 ini pengen banget jadi arsitek. Udah gitu bokap-nyakapnya juga ngedukung agar doi sekolah yang benar. Namun perkenalan dengan dunia musik waktu kelas satu SMU tahun 1993, pelan-pelan mulai mengubah semua rencana yang pernah diangankannya.

Layaknya ABG yang gandrung musik, anak pasangan Syahrun Dariseh dan Ilma Talitu ini pun mulai seneng ngeband bareng teman-temannya. Ketika itu Reza sekeluarga udah mulai tinggal di Palu karena mengikuti tugas bapaknya. Bersama teman-teman satu SMU, Reza cs bikin band dengan nama CRUE 21.

Nah, waktu zaman itu God Bless begitu mempesona anak-anak palu tersebut. Nggak heran jika lagu mereka kayak Maret 89  menjadi lagu wajib band bentukan Reza dengan kawan-kawannya.

Meski minim jam terbang Reza cs, cuek aja ikutan festival band didaerahnya. Padahal mereka belum tahu kapasitas musik masing-masing, yang penting pede. Udah gitu mereka juga nggak pernah latihan bareng lagi. Das! Bener aja, ternyata drummer band tersebut Cuma omdo alias omong doing dan nggak bisa sama sekali. Alhasil gagal deh ikutan festival.

Nah gara-gara gagal ikutan festival itulah Reza mulai menggantikan posisi drummer yang omdo tadi. Tino salah seorang kawannya, mulai memperkenalkan instrument drum pada cowok yang sebelumnya  lebih tertarik sama piano ini.

Dan di festival musik ke dua yang mereka ikuti, tepatnya dua bulan kemudian, Reza yang tadinya jadi vokalis udah jadi drummer. Doi ngotot banget mau main musik, karena menurut doi musik itu sesuatu hal yang bikin doi senang dan doi jadi percaya diri dengan mainin musik.

Tahun 1996, anak Palu ini berangkat ke Bandung. Nggak ada lagi hasrat menggebu-gebu untuk bermain musik. Yang ada dikepalanya Cuma kuliah dan mengikuti nasehat ibu.Kedua orang tua Reza emang ngotot banget pengen anaknya ini jadi sarjana.

Tapi rencana tinggal rencana. Perkenalannya dengan Rachel, anak bandung yang waktu itu masih duduk dibangku SMU kelas 1, membuat Reza kembali bersentuhan dengan musik. Dengan formasi empat orang, Reza jadi satu-satunya anak kuliahan di band D’Are dan senang banget mainin musik hardcore.

Sejak saat itu Reza kembali aktif bermain musik. Skill bermain drumnya pun makin terasah. Apalagi kehidupan bermusik di Bandung cukup kondusif buat posisi pemula. Layaknya musisi amatir, Reza pun ikutan main di kafe-kafe Bandung. Waktu itu bandnya bernama Black 4 rest. Band all around ini main di klab pesta, O’Hara, Fame dan sebagainya.

Nah gara-gara mulai aktif main dikafe inilah Reza mulai kenal anak-anak Peterpan. Apalagi penyuka gado-gado ini juga udah bikin proyek musik bareng indra, bassis Peterpan. Makin akrablah Reza dengan anak-anak Peterpan. Kebetulan Ari, drummer pertama Peterpan, mulai nggak bisa lagi membagi waktu antara main musik dengan pekerjaannya. Ketika akhirnya Ari memilih untuk bekerja, Reza pun ditawari jadi drummer additional Peterpan.

Waktu itu sebenarnya doi udah males banget ngeband lagi, yang ada dikepala doi gimana caranya dapat uang buat Bantu biaya kuliah di Bandung.

Tapi di tahun 2001, saat Peterpan ketemu sama Budi, manajernya sekarang. Reza akhirnya menetapkan pilihannya untuk jadi drummer tetap Peterpan. Biar begitu, hatinya belum mantap untuk berkarir dalam musik. Abis tahunya bokap dan nyokap doi kuliah di Bandung.

Kebimbangan ini terus berlanjut bahkan saat Peterpan akhirnya dapat kesempata besar dengan menjadi salah satu artis yang mengisi album Kisah 2002 Malam dan menyumbangkan lagu Mimpi Yang Sempurna .

Waktu dapat kabar lagu Mimpi Yang Sempurna dibuatkan video klipnya, doi masih mikir ini bukan yang doi cari. Doi terus mikirin kuliahnya yang tinggal satu semester lagi. Namun ketika lagu mimpi yang sempurna mencapai puncak hype-nya. Reza mutusin untuk serius berkarir dalam musik. Dan dengan bangganya dia bisa bilang ke nyokapnya untuk nggak lagi mengirimkan untuk biaya kuliah. Penghasilannya dari musik udah bisa menghidupinya di Bandung.

Menjadi public figure kadang ada susahnya juga. Orang lain, baik itu teman maupun bukan, sering bersikap berbeda dengan seorang public figure. Interaksinya jadi berbeda, ini juga dialami ama Reza.

Semenjak Peterpan sukses, mau nggak mau Reza harus mengorbankan waktu hang out sama teman-temannya yang dulu. Sebagai anggota band yang sedang tumbuh, jelas aja kalo banyak waktu tersita buat kepentingan Peterpan. Dan konsekuensi ini yang harus dijalani Reza.

Band sukses di Indonesia biasanya punya satu orang yang jadi motor band. Liat aja Padi dengan Piyu, Dewa dengan Dhani, atau Slank yang punya Bimbim. Tapi nggak begitu buat Peterpan. Dari soal sound, visi band dan segala tetek bengek lain, masing-masing orang saling tanggung jawab dan sesuai porsinya.

Dalam hal arahan musik dalam rekaman, dua orang yang sangat membantu Reza adalah Icom dan capung, dua produser album Taman Langit. Dua orang inilah yang terus ngasih masukkan soal isian drum yang jadi tanggung jawabnya.

Rencana doi saat ini yaitu doi mau nyelesain kuliah doi yang tinggal skripsi ini. Doi mau jadi sarjana dan ngasih unjuk sama bokap-nyokapnya kalo doi bisa jadi sarjana. Setelah itu doi bakal pol-polan ama Peterpan.

 

Reza Pengagum Gadis Mandiri

Reza dilahirkan 11 Maret. Cowok yang suka main basket ini dinaungi bintang berlambang ikan. Orang berbintang Pisces biasanya biasanya memiliki kreativitas tinggi dan berimajinasi tinggi. Sayang, mereka seringkali terlalu sensitive dan pemimpi.

Cowok Pisces sangat menyukai gadis mandiri, punya prinsip dan penuh perhatian. Yang pasti orang terdekat reza harus pengertian dan bisa mengimbangi imajinasinya.

10 hal yang dibenci Reza :

 

Reza dan Kamar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sama halnya dengan Loekman, kamar Reza hanya sebagai tempat transit buat ngelepas capek. Boleh di bilang, doi paling cuek sama yang namanya ngurusin kamar. Makanya, nggak jarang dua kamar yang dimilikinya sering dipinjamkan sama teman-temannya.

Kamar yang letaknya persis diatas kamar Loekman ini berisi perabotan anak kampus. Ada seperangkat computer merek Samsung, Dispenser tape Sony V 700, TV JVC 20 inch, plus kaset, CD dan gamenya. Dinding kamar yang bernuansa biru dihiasi poster Superhero. Di bagian sudut kamar terselip kamar mandi berukuran 1x1.

Di kamar seharga Rp 850.000,-/bulan ini dekat banget sama karakter kamar cewek. Nggak ada tuh pernak pernik drum terselip disana. Paling Cuma sener drum dan sepasang stik. Maklum kamarnya juga dekat dengan kantor manajemen Peterpan. Disini, doi tinggal sama temannya yang kuliah di Unpad Bandung.

Kamar buat doi adalah segalanya. Bisa sebagai tempat berlindung, tempat dimana doi nggak mau di ganggu, tempat doi berkeluh kesah akan kesedihan dan kesendirian.

 

KEMBALI