Make your own free website on Tripod.com

ARIEL DAN BAND

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di Bandung, doi jadi anak baru di SMP 14 Bandung. Sekolah ini bias dibilang awal dari terbentuknya Peter Pan. Pasalnya tanpa disangka , Uki (Gitaris Peter Pan) yang dulu jadi musuhnya Ariel dikelas, justru jadi partnernya.

Permusuhan antara Ariel dan gank-nya Uki nggak berlangsung lama. Nggak lama kemudian, Ariel mulai sepakat nongkrong bareng dengan gank-nya Uki. Lama-lama mereka sepakat membentuk grup musik Papermint. Gape main gitar, ternyata nggak otomatis jadi gitaris. Ariel memilih drummer sebagai pegangannya. Sayang, namanya masih nggak jelas gitu, band ini pun bubar.

Setelah bubar, minatnya bermain musik tetap besar. Makanya, doi mendirikan kembali band barunya. Kalo dulu isinya teman-teman sekolah, justru sekarang teman satu kompleksnya. Namanya Silver. Bersama silver, pegangan Ariel beda lagi. Sekarang doi lebih memilih main gitar semabri menyanyi. Sayang, nyawa band yang ngebawain lagu-lagunya Nirvana ini nggak bertahan lama.

Pas duduk dibangku SMU, tanpa disangka, Ariel ketemu lagi ama sohibnya, Uki. Namanya punya minat yang sama dimusik, akhirnya dua cowok ini sepakat mengibarkan bendera Cholesterol. Ariel bermain Bass plus jadi backing vocal. Lagi-lagi band ini pun bubar. Main band udah jarang, tinggal nongkrongnya nggak ketinggalan. Dari nongkrong diwaktu istirahat, doi akhirnya kenalsama cowok kurus bernama loekman (Gitaris Peterpan).

Disamping nongkrong dan ngeband, aktivitas sehari-harinya diisi dengan berolah raga. Maklum, kabarnya doi punya darah rendah dan sering sakit-sakitan. Sehinnga salah satu obatnya adalah berolah raga.

Dulu doi main bola, basket, in line skate, soft ball sampai hockey segala. Bahkan, sewaktu tergabung sebagai Timnas Hockey, di SMU doi dapat penghargaan Best Catcher.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada tahun 1997, setelah kenal Loekman, doi akhirnya ketemu lagi sama Uki dan Andika (Kiboris Peterpan). Mereka sepakat menamakan bandnya Topi. Lagi-lagi band ini bubar. Tapi, pertemanan kembali mempertemukan mereka di Peter Pan awal 90-an.

Setelah lulus SMU, doi memutuskan melanjutkan kuliah dijurusan Arsitektur Universitas Parahyangan. Sayangnya, doi gagal tes, akhirnya doi nyoba lagi tahun depan. Waktu senggang selama setahun, doi memanfaatkan waktu senggangnya itu dengan bersekolah di IAI jurusan programmer. Itu nggak lama kok, abis itu doi cabut lagi.

Setahun kemudian, keinginan doi bias sekolah di UNPAR kesampaian. Anehnya doi hanya mengecapnya dua semester. Pasalnya, jadwal Peter Pan semakin padat. Mau nggak mau, cuti terpaksa jadi pilihannya.

Menurut doi, Peterpan tempatnya berkeluh kesah. Bahkan doi menyebutnya sebagai rumah kedua. Obsesi doi sekarang ini adalah kepingin banget bias menulis lirik kedalam bahasa inggris.

 

KEMBALI